Republika / Ihram

Republika | Ihram

AMPLEXUS: Karya Seni Terinspirasi Keindahan Ibu Kota Saudi

 

khusus untuk edisi kedua

festival Noor Riyadh 2022. Sebutan AMPLEXUS berarti Merangkul dalam

bahasa Latin.

 

AMPLEXUS: Karya Seni Terinspirasi Keindahan Ibu Kota Saudi

 

 IHRAM 12/12/22, 3:18 PM

 

IHRAM.CO.ID,RIYADH — Keindahan Ibu Kota Arab Saudi, Riyadh sudah tak perlu diragukan lagi. Baru-baru ini, pemandanganmatahari terbit dan terbenam, serta bukit pasir di Riyadh menjadi inspirasi untuk menciptakan karya seni bernama AMPLEXUS. 

 

Hal itu disampaikan oleh seniman terkenal Grimanesa Amorós saat menjelaskan karya seninya yang dipamerkan di Noor Riyadh 2022. Seniman asal Amerika itu menekankan karya tersebut dibuat khusus untuk edisi kedua festival Noor Riyadh 2022. Sebutan AMPLEXUS berarti Merangkul dalam bahasa Latin. 

 

AMPLEXUS merupakan instalasi patung cahaya imersif yang mewujudkan identitas global. Amorós mengatakan urutan pencahayaan di AMPLEXUS yang sepenuhnya merah terinspirasi oleh banyak matahari terbit dan terbenam yang sebenarnya dialami di Riyadh sejak 1 Oktober. 

 

 

Warna merah di AMPLEXUS juga disebut memiliki arti keseimbangan (Yin-Yang), karena Amorós mencatat merah dapat berarti cinta dan gairah untuk beberapa orang. 

 

 

Selain itu, AMPLEXUS mengambil inspirasi dari arsitektur Islam tradisional guna menafsirkannya kembali dalam era digital. 

 

 

“Salah satu alasan yang membuat saya percaya AMPLEXUS cocok untuk nama karya seni ini karena karya tersebut melekat dalam pilar arsitektur istana budaya di Diplomatic Quarter (DQ) di Riyadh, sehingga semuanya menjadi satu,” kata Amoros dilansir dari Saudi Gazette pada Senin (7/11/2022). 

 

 

Patut dicatat AMPLEXUS sedang ditampilkan di Diplomatic Quarter, yang merupakan salah satu dari 5 hub utama Noor Riyadh edisi kedua, dan akan berlangsung hingga 19 November. Amorós menegaskan ini akan menjadi tempat yang sempurna untuk AMPLEXUS. 

 

 

AMPLEXUS terdiri dari struktur tabung yang dibentuk dengan kolom bangunan dan bahan reflektif yang dipasang di lantai. Ini akan menyelimuti penonton dalam warisan budaya, komunitas, dan lingkungan mereka. Selain itu, AMPLEXUS merangkul kesadaran komunitas kolektif, arsitektur kota, dan keajaiban gurun itu sendiri. 

 

 

Mengenai bagian gurun pasir di AMPLEXUS, Amorós mengatakan tetap terobsesi dengan gurun. Dia mengenang gurun di Riyadh saat kunjungan pertamanya pada tiga tahun lalu. 

 

 

“Saya memiliki kenangan melihat semua kehidupan yang menakjubkan di Riyadh dan melihat bahwa itu adalah bagian dari gurun,” ucap Amorós. 

 

 

Diketahui, AMPLEXUS membutuhkan waktu tiga pekan untuk diselesaikan, dan lebih dari seratus jam pemrograman. Karya itu dilahirkan dari kerjasama tim yang disebut Amorós penuh cinta, gairah, dan ketekunan. 

 

 

Read more on the article on the Republika website: click aquí.
Read more on the article on the Ihram website: click aquí

Marque el enlace permanente .
Spanish